Dari 118 penerima manfaat di Sekolah tersebut, 4 siswa (perempuan) mengeluh mual, muntah, pusing, perut sakit dan lemas, yang akhirnya dilarikan ke UPTD Puskesmas Tawangharjo, setelah itu ada 1 siswa (laki-laki) lagi mengalami gejala yang sama dan dibawa ke puskesmas. Pada pukul 10.30 WIB, 3 siswa di rujuk ke RSUD dr.R.Soedjati Purwodadi. Peristiwa itu bermula setelah mengkonsumsi susu kemasan dari menu MBG di SPPG Pulongrambe, ada beberapa siswa mengeluh rasa dari susu berasa pahit, asem dan setelah dibuka warna susu ada yang berubah.
Kepala Dinas saat itu juga langsung meluncur ke TKP bersama tim untuk investigasi dengan melakukan analisa kesehatan lingkungan dan mengambil sampel sisa makanan, air minum dan air sanitasi di SPPG tersebut untuk diuji Labkesda Provinsi Jawa tengah. Menu makan yang dibagikan yaitu nasi, acar wortel, daging, buah naga iris, dan kerupuk untuk menu hari jumat. Pada hari yang sama dibagikan juga menu kering untuk hari Sabtu yang berisi susu kemasan, tahu bakso, kacang telur dan kue muffin.
Total siswa diduga keracunan total 5 orang, dari hasil lanjutan siswa tersebut sudah membaik dan tidak memerlukan penanganan intensif. Dari Pihak SPPG memberikan klarifikasi bahwa distribusi yang dilakukan sudah sesuai SOP dan di sekolah juga sudah dilakukan uji organoleptik oleh guru sebelum dibagikan ke siswa dan tidak ada masalah saat itu. Untuk saat ini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan menunggu hasil uji sebagai dasar evaluasi, sehingga kedepan nanti program distribusi MBG aman dan bermanfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan masalah kesehatan dan kekhawatiran.



